time 3 weeks yang lalu di topik #Berita

KGI Kembali Prediksi Sebuah Ponsel Baru Untuk Menutupi Lesunya Pasar iPhone X

Laporan prediktif yang digelontorkan ke media oleh seorang analisis KGI Securiteis bernama Ming-Chi Kuo terkait nasib suram iPhone X dalam beberapa bulan kedepan memang menyedot banyak perhatian.

Meskipun sang perusahaan masih enggan menanggapi berbagai analisis tersebut, tapi sebagian pembaca menilai ada benarnya.

Sebelumnya Kuo telah memprediksi bahwa iPhone X bisa dijual lebih murah (atau dihentikan produksinya) setelah Apple merilis produk barunya di pertengahan 2018. Sang analis juga memberikan gambaran tentang apa konsekuensi dari strategi tersebut.

KGI Kembali Prediksi

Pertama, jika Apple memutuskan untuk turunkan harga iPhone X maka secara langsung itu akan menjadi bomerang bagi sang perusahaan karena mempengaruhi pandangan terhadap nilai produk barunya. Untuk opsi kedua, sang analis memprediksi bisa jadi iPhone X bakal dihentikan produksinya.

Semua analisis tersebut disandarkan pada fakta bahwa penjualan iPhone X tidak seramai seperti yang diharapkan setelah pergantian tahun. Dan bagi investor saham di lineup iPhone 2018 tentu kondisi tersebut akan sangat riskan.

Mengutip dari 9to5Mac, Senin (29/1/2018), Kuo menilai bahwa reaksi investor untuk produk-produk iPhone tahun ini bakal cenderung konservatif, karena tidak adanya upgrade yang signifikan terhadap rencana 3 produk Apple (dua model layar OLED 5.8-inch dan 6.5-inch serta model layar LCD 6.1-inch) yang dirumorkan akan rilis di pertengahan 2018.

Meskipun demikian Kuo juga memprediksi sebuah model iPhone 2018 yang mampu tutupi lesunya penjualan iPhone X, yang disebut di atas sebagai model yang memiliki layar LCD 6 inch. Model baru itu mengusung desain mirip iPhone X dengan fitur Face ID serta bentuk ‘Notch’ yang khas.

Karena harganya lebih murah, model baru ini tidak dibekali dengan fitur 3D Touch dan setup dual kamera. Dengan harga yang diprediski akan jatuh pada 700 dollar AS hingga 800 dollar AS kemungkinan besar model baru tersebut bisa raih market share hingga 50% yang kemungkinan akan segera hadir di pasaran pada bulan September 2018.


Advertisement